Tuesday, June 28, 2011

a lost soul...

in the name of Allah The Most Beneficent The Most Merciful



Hati adalah salah satu anugerah Allah swt yang tidak ternilai harganya bagi manusia. Dengan hati, manusia dapat merasakan suka, duka, bahagia, derita, kecewa, bangga, dan lain-lain. Dengan hati, manusia dapat meraba persaan orang lain. Dengan hati, manusia dapat membuat kehidupan ini penuh dengan kedamaian dan kasih sayang. Memang, hati adalah keajaiban yang senantiasa menuntun manusia pada cahaya. Namun, hati pun dapat terluka dan menderita penyakit yang sangat membahayakan pemiliknya. Apa sajakah penyakit yang dapat menggerogoti hati? Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Allah swt telah melengkapi manusia dengan perangkat tubuh yang disebut dengan hati. Hati ini, pada dasarnya telah diciptakan bersih oleh Allah swt bersih dari berbagai macam penyakit. Namun, seiring dengan nafas kehidupan yang terus berhembus dan kian menua dalam rimba kehidupan, perlahan hati pun mulai terkontaminasi, terkotori, dan akhirnya menjadi tempat bersemayamnya berbagai macam penyakit, yang salah satunya adalah penyakit gelisah.


ali menyerang pertahanan hati. Gelisah merupakan penyakit hati yang banyak menyerang manusia, baik orang tua maupun para generasi muda.

“Gelisah”, inilah salah satu jenis penyakit yang sering k

Gelisah merupakan salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya. Satu penyakit hati ini saja mampu memberikan berbagai efek negatif dalam kehidupan seseorang. Karena gelisah, seseorang dapat terjerumus kepada pelarian yang tidak semestinya, seperti malas belajar dan sekolah, malas bekerja, minum minuman yang memabukkan dan menggunakan obat-obatan terlarang (miras), terjerumus pada seks bebas, terdampar dalam dunia diskotik yang penuh dengan maksiat, dan berbagai sarana pelarian lainnya yang mengandung unsur-unsur maksiat. Jadi, satu penyakit hati ini saja dapat menimbulkan berbagai macam efek negatif dalam kehidupan seseorang, minimal akan menurunkan dan atau menghilangkan prestasinya, dan maksimal akan melemparnya ke limbah maksiat dan dosa.


Gelisah, memang satu penyakit hati yang sangat berba

haya namun hampir tidak pernah dipertimbangkan oleh kebanyakan manusia. Karena, biasanya mereka sudah memiliki cara masing-masing untuk menghilangkan gelisah tersebut. Ada yang menghilangkannya dengan cara-cara yang sesuai atau tidak melanggar syariat, namun banyak pula yang menghilangkan penyakit tersebut dengan cara-cara yang menyimpang dari syariat. Akibatnya, gelisah mereka hilang, dosa pun menerkam.


Allah swt telah menciptakan dan menganugerahkan hati bagi manusia sebagai salah satu perangkat kehidupan yang sangat vital, yang akan membantu melihat dan mendengar seruan



Allah swt, yang akan membantunya dapat merasakan apa yang tengah dirasakan oleh orang lain. Namun, kita juga mengetahui bahwa segala sesuatu itu ada, tiada, terjadi, dan tidak terjadi hanya karena Allah swt. Dari sana, kita juga tahu bahwa Allah swt-lah yang telah menciptakan penyakit, dan Allah swt-lah yang memiliki penawarnya. Dan satu-satunya penawar yang paling efektif dan tidak bertentangan dengan syariat Islam untuk menangkal atau mengobati penyakit gelisah adalah dengan cara selalu

mengingat Allah swt, sebagaimana telah dikatakan dengan jelas oleh Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:


“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengin

gat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)


Dalam ayat di atas, Allah swt telah dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa “… hanya dengan mengingat Allah swt-lah maka hati akan menjadi tenteram”. Maka tidak ada lagi p

enawar dan penangkal yang lebih baik dan lebih barakah lagi selain dengan cara mengingat Allah swt. Lalu, bagaimanakah yang dimaksud dengan mengingat Allah swt tersebut?

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengingat Allah swt, misalnya berdzikir, sholat, mempelajari dan membaca Al Quran serta mengamalkannya, senantiasa bersyukur kepada Allah swt, meyakini pertolongan Allah swt, dan perbanyak merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt yang terdapat di alam semesta maupun fakta sejarah.


1. Dzikrullah (dzikir kepada Allah swt)

Dzikir kepada Allah swt merupakan salah satu cara yang sangat ampuh agar selalu mengingatkan kita kepada Allah swt. Kenapa demikian? Karena, dzikir dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun (kecuali ketika tengah berada di dalam toilet atau sedang buang air), serta oleh siapapun (tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, sedang berhadats maupun dalam keadaan suci).

Dzikir juga merupakan salah satu amalan yang sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan, dapat dilakukan di dalam hati maupun disuarakan dengan lisan. Dzikir ini pun tidak diikuti aturan mengenai batas minimal atau maksimal untuk melakukannya, intinya adalah niat dan keikhlasan kita.

Mengingat Allah swt melalui berdzikir dapat dilakukan dengan cara mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah (seperti, astagfirullaahal’adhim, subhanallah, alhamdulillah, Laa ilaa ha Illallah, Allahu Akbar) secara lisan maupun di dalam hati berulang-ulang dan terus-menerus, sebanyak yang kita mampu.

Dzikir merupakan salah satu media untuk mengingat Allah swt dalam segala aktivitas (kecuali pada saat buang air atau sedang berada di dalam toilet), ketika berbaring, duduk, maupun berdiri.

“… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah(berdzikir) hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)

Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.

2. Sholat

Sholat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim juga merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Jelas saja, sholat merupakan ibadah yang totalitas hanya mengingat kepada Allah swt, yang secara total juga hanya diisi dengan kalimat-kalimat dzikrullah, ayat-ayat Allah swt.

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)

Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah swt, Zat yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit. Jika seseorang telah terhubung dan berkomunikasi dengan Allah swt secara langsung dalam sholat yang khusyuk, maka mustahil baginya terserang penyakit gelisah. Karena gelisah menyerang hati, dan Allah swt-lah yang menggenggam dan menguasai segala hati.


3. Membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al Quran

“ Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)

“… kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah …”, itulah janji Allah swt kepada hamba-Nya senantiasa mengistiqomahkan diri mereka untuk selalu membaca, mempelajari, dan merenungi ayat-ayat Al Quran secara terus-menerus.

Di sinilah, salah satu nilai pentingnya mengamalkan dan membaca Al Quran secara kontinyu. Karena, Al Quran merupakan kitab yang berisikan kalimat-kalimat yang penuh dengan kebaikan, ayat-ayat Allah swt yang telah diturunkan di bulan yang penuh dengan barakah, bulan Ramadahan, maka tidak heran dan tidak perlu lagi untuk diragukan bahwa Al Quran akan menjadi penenang hati-hati yang membacanya, bahkan bagi para pendengarnya, sebagaimana firman Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al Anfal : 2)

Senantiasa basahi lidah dan jiwa kita dengan lantunan kalimat-kalimat Allah swt yang termuat di dalam Al Quran, niscaya ketenangan jiwa akan menjadi milik kita.

4. Bersyukur Kepada Allah swt

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. An Nahl : 112)

Kedua ayat di atas telah memberikan gambaran mengenai peranan rasa syukur kepada Allah swt. Pada QS. Ibrahim: 7, Allah swt telah mengatakan bahwa Allah swt akan menambahkan nikmat-Nya kepada orang-orang yang bersyukur atas segala yang telah mereka peroleh dan mereka miliki. Dan Allah swt akan mengazab orang-orang yang mengingkari nikmat Allah swt (tidak mau bersyukur) dengan azab yang sangat pedih.

Dan pada QS. An Nahl : 112, Allah swt telah memberikan gambaran kepada kita mengenai nasib orang-orang yang tidak mau bersykur atau ingkar kepada Allah swt. Allah telah mengazab mereka dengan kelaparan dan ketakutan.

Dari gambaran kedua ayat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa orang-orang yang senantiasa bersyukur akan memperoleh tambahan nikmat. Hal ini tentu saja akan menambah ketenangan bagi mereka yang memperolehnya. Atau boleh jadi nikmat yang ditambahkan itu berupa nikmat ketenangan jiwa yang selalu dicari-cari oleh kebanyakan atau seluruh manusia. Sedangkan bagi mereka yang ingkar atau tidak mau bersyukur, maka Allah swt akan mengazab mereka dengan azab yang sangat pedih. Pada surah An Nahl : 113, Allah swt telah mengazab orang-orang semacam ini dengan kelaparan dan ketakutan.

Kalau seseorang telah mendapat azab dari Allah swt, baik berupa kelaparan, kehausan, kemiskinan, kebodohan, ketakutan, atau azab dalam bentuk apapun, maka mustahil bagi mereka untuk merasakan ketenangan dalam hidupnya.

5. Yakinlah akan pertolongan Allah swt

“Masalah”… Ya, “masalah”, itulah yang menjadi pemicu utama timbulnya kegelisahan dalam jiwa seseorang. Banyak sekali manusia, bahkan mungkin hampir setiap manusia akan merasakan penyakit gelisah ini manakala dihadapkan pada suatu permasalahan. Rasa takut terhadap berbagai masalah yang menimpanya. Takut tidak dapat menyelesaikannya. Takut tidak ada yang akan menolongnya keluar dari masalah tersebut.

Di sinilah, hendaknya kita mulai untuk yakin kepada Allah swt. Ya, sebagai seorang muslim hendaknya kita mulai menanamkan secara mendalam di dalam jiwa kita bahwa Allah swt adalah satu-satunya pemberi petunjuk dan pertolongan yang terbaik bagi umat-Nya. Dan satu hal lagi yang wajib kita yakini adalah bahwa pertolongan Allah swt itu dekat kepada umat-Nya.

Dengan meyakini bahwa pertolongan Allah swt itu dekat, maka kegelisahan pun niscaya akan hilang. Karena kita tahu dan yakin bahwa Allah swt pasti akan menolong hamba-Nya yang membutuhkan.

“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Imran : 126)

“bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS Al Baqarah : 214).

6. Merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt

Satu hal lagi yang harus dilakukan untuk menghilangkan gelisah dan memperoleh ketenangan batin adalah dengan jalan selalu merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt.

Allah swt telah menciptakan alam ini dengan kekuasaan-Nya yang luar biasa. Dan di sanalah terdapat beraneka tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang mau berpikir dan merenungkannya. Di sana ada siang dan malam yang terus silih-berganti dengan waktu yang tetap, siapa yang memberikan jadwal? Di sana ada planet-planet yang beredar di garis edarnya masing-masing dan tidak pernah berenturan ataupun berebutan, siapa yang mengaturnya? Di sana ada langit yang luas luar biasa mengambang tanpa penyanggah, siapa yang menopangnya? Di sana ada buah duriann matang yang manis rasanya, siapa yang menaburinya dengan gula? Di sana ada buah kelapa muda yang jika dibelah ada airnya yang sangat segar, siapa yang menuangkannya? Berikut firman Allah swt di dalam Al Quran:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Al Fushshilat : 53)

“Dan Dia lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (QS. Ar Ra’du : 3)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati(kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan “. (QS. Al Baqarah : 164)

“Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kukuh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)”. (QS. Qaf : 7 – 8)

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. An Nahl : 15)

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran”. (QS. Al Hijr : 19)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal….” (QS. Ali Imran : 190)

Selain itu, kita juga dapat merenungi kebesaran-kebesaran Allah swt melalui fakta-fakta sejarah yang banyak diceritakan di dalam Al Quran dan Al Hadits.

Demikianlah artikel sederhana mengenai “Mengingat Allah Adalah penangkal dan Penawar Gelisah”. Semoga artikel sederhana ini dapat memberikan barakah bagi kita semua. Amin

www.syahadat.com

Thursday, June 16, 2011

friction loss..or..?

in the name of Allah The Most Beneficent The Most Merciful


Salam. hi!

fuh. it has been almost few months i didn't update any entry here. too caught up with life recently. with the never ending tasks.lol. the other side of life that i have just recently found. new activities with friends. ;)

there are several things happened the past 3 weeks. and to be honest, it was a lesson learned. orang kata, learn from the bitter experience. tapi bagi saya, kalau tak pahit..kita tidak akan tahu sebenar-benarnya apa yang kita rasa di dalam hati. mungkin terasa, tapi diabaikan until tornado comes.

in relation (any kind..be it friendship, love, family bond) sesetengah orang tak suka pergeseran/pergaduhan. tapi seperti kata MD saya, some frictions won't hurt. we need it to make it run smoother.

cuma terdapat 2 probability saja bila ada konflik.

1. it's either the bond will get stronger and you become closer to each other.

2. you lose it all.


sebab selepas konflik, things will change and it depends on how we see, measure, and do the counter measure afterwards.

someone said to me; i am an egoistic person. true. memang betul pun. be it with anybody else. no tolerance once ego saya terusik. tapi itu bergantung kepada situasi. most of the times, saya lebih suka berdiplomasi. i hate friction to be honest. that would be the last thing i would involve in unless terpaksa.

pengalaman-pengalaman lepas banyak mengajar, keeping your own pride while hurting others tak banyak membantu. especially when it comes to your loved ones; family.














Saturday, April 9, 2011

u, wait for my homecoming. :')

in the name of Allah The Most Beneficent The Most Merciful

Salam.

hi there! :')

terharu. alhamdulillah. dah 3 minggu rupanya training saya. and im going back home within few hours lagi. sepatutnya akan keluar berjalan-jalan ke sekeliling kota and snaps few more pictures sebagai kenangan. tapi malaslah!

*senyum

anyway, banyak perkara yang saya belajar kat sini. apart from work, banyak juga perkara lain yang saya belajar.

to be honest, it aint really easy to cope with life here as muslim. takla. jangan panik. bukan culture shock ke apa. cuma sebab kami sampai waktu transition daripada winter to spring, jadi perubahan waktu agak terasa dan tak begitu stabil.

waktu solat kena tengok tiap-tiap hari to ensure kita tak tertinggal. especially subuh. lol. sekarang syuruk 625 pagi. within few days that berubah cepat sangat! padahal isnin pukul 650 kot syuruk. huu.

nasib baik ada software azan kat BB ni. easier to check bila-bila nak check. yup. sangat bagus. kalau kat malaysia, boleh kire dgn jari berapa kali je guna sebab timing tak lari jauh sangat. so tak terasa.

tentang gambar tu nantilah upload

*dah nak sejuk cerita baru terhegeh-hegeh nak upload.

one thing yang saya perhatikan,

kadang-kadang saya rasa swedish people lebih muslim daripada kita yang muslim ni. malu betul. tolak tepi lah perkara-perkara yang memang betul-betul berada di garisan halal dan haram tu.

pemerhatian saya lebih kepada cara kerja dan the way mereka memandang life.

masa.

berapa ramai antara kite yang betul-betul menghargai masa yang ada?

they're not strict. and flexible. tapi mereka ada disiplin yang cukup untuk tak menyalahgunakan kelebihan tu. datang awal, balik lah awal. datang lambat, balik lah lambat. janji cukup 8 working hours.

tapi kita kat malaysia?

dah la datang lambat. ok, fine..lambat beberapa minit je pun. kan? tapi berkira bila kena balik lambat. betul ke 8.8 jam kita berada di tempat kerja tu betul-betul kita manfaat kan dgn buat kerja?

or....


pantang ada masa terluang, kita buka coffee bean atau starbucks?

:)

mereka tak belajar tentang keberkatan. atau tentang dosa dan pahala macam kita. dan mereka cuma tahu there is only one life and that is only on this world (bagi yang atheist and more to logical thinking).. tapi mereka boleh begitu menghargai life yang sementara ini dengan all those sifat-sifat yang sepatutnya kita dah ada lama dulu.

yes, budaya memang tak sama.

tapi kenapa mereka boleh punya ada sifat-sifat seorang muslim kadang-kala jauh lebih baik daripada kita yang muslim ni?

something for us to ponder. siapakah sebenarnya yang muslim? kita atau mereka?

*kay. nak packing everything up. ;)

nanti sambung lagi with more finding. ^_^




Friday, March 25, 2011

perhaps its gonna happen in few years time?

in the name of Allah The Most Beneficent The Most Merciful

Well, it doesn't hurt to dream a lil bit isn't it?

*grinning*

enjoy the show!

Sunday, March 13, 2011

the inexplicable feelings

in the name of Allah The Most Beneficent The Most Merciful


09.38 am.

masih di depan laptop. dengan pelbagai susunan ayat untuk report. tapi masih gagal nak karang ayat untuk jadi satu report lengkap.

KENAPA boleh buat keputusan semudah ABC dalam masa 5 minit yang akhirnya menyebabkan.....(sambung sendirilah)

11.40 am

Habis baca blog Adik. Tiba-tiba rasa rindu giler.

  • Giler punya rindu nak tengok sengihan dia bila kena BANG dengan saya.


  • Rindu nak dengar nasihat tajam berapi dia bila saya mengadu masalah remeh-temeh. Padahal saya The Big Sista dan dia The Middle Brother.

Dan dengar dia cakap;

"Ek eleh, masalah macam ni pun nak tension sampai runtuh langit ke?" Dan buat muka annoying-apa hal la akak aku sorang ni)



  • Rindu nak sakat dan buat dia jealous dengan setiap pencapaian saya. (siblings are always like that. ke kitorang je?)



  • Rindu nak dera dia jadi Bodyguard ke mana saja saya mahu pergi bila tiada teman yang free.


Tapi sebenarnya, saya memang rindu sangat kehadiran dia...sangat rindu..tak tahu nak cakap.

God knows how much I miss him.



Minggu ini selalu teringat dia.

Mungkin sebab saya ada satu berita gembira yang saya nak sangat kongsi dengan dia.

"HEY! Along dapat pergi Sweden! Nak apa?" (sambil buat muka double-jerk-penuh-annoying)

  • Dan rindu mahu dengar jawapan sarkastik dia;

"Kau belikan aku Iphone 4 satu! Eh, tak nak lah. Aku nak gadget paling mahal. Nanti aku google dulu..HAHA.." (sambil buat muka even-more-annoying-dengan-sengihan-gigi-besinya)


Tapi tak dapat.

Sebab dia dah ada di tempat yang jauh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.

Saya tahu, dia tahu apa yang saya nak kongsikan dengan dia. Saya juga tahu dia tahu apa yang saya lalui. Cuma saya je yang tak dapat lihat dia sebagaimana dia boleh lihat saya.

Sebab alam roh itu lain dengan alam nyata.

Unless Allah buka hijab saya, dan saya boleh nampak yang ghaib. But that will include those unwanted things too. Isk. Tamau.

OKAY. DONT FREAK OUT.

Saya belum sakit mental lagi. Cuma saya betul-betul rindu adik saya. Sangat. Sangat.

Mungkin juga sebab ada jarak yang terbina antara saya dan DIA tanpa sedar. Lalu ditiupkan angin rindu ini agar saya bisa sedar, nun di sana ada yang sedang menanti , tak sabar bertemu di taman penuh wangian.

Supaya dalam perjalanan ini, langkah yang pincang itu bisa diluruskan semula. Supaya hati yang terabai ini bisa disirami dengan titisan embun kalimahNya yang menyejukkan.

Al-Fatihah buat adik yang selalu dirindui.

Mohamad Ili Amir Farhan Mohd Zazili

1990-2010

Miss you. I do. So much.


Tuesday, March 1, 2011

between the lines.



in the name of Allah The Most Beneficent The Most Merciful


sometimes in life,
you're given choices.
more than you expected.
and you become indecisive.
to choose which one is the best. for you.

in the end,
you lose it all. and left undecided.



sometimes in life,
you wonder. when you have nothing to choose.
and you need to accept everything.
out of your own will.

though it seems pretty impossible to endure,
you finally succeed
and make it to the end.


now,
i am still searching for that perfect pair of shoes.
too many choices.
too little time..

and yeah, quite difficult to decide.


why can't it be easy for me??


T_______T






Monday, February 28, 2011

No String Attached

in the name of Allah The Most Beneficent The Most Merciful

In life, we are all given a key to someone's heart & we spend half of it trying to find who's heart our key belongs to....